Selamat datang buat para pengunjung blog saya. Mari berbagi informasi mengenai apapun disini, asalkan tidak yang menyangkut SARA. Karena sekecil apapun informasi yang kita terima berguna buat bahan pembelajaran kita.
Senin, 21 Februari 2011
Anda Fokus Pada Kelemahan atau Kelebihan Diri ?
"Coba Anda ceritakan, kelebihan yang Anda miliki ?" tanya saya kepada seorang mahasiswa saat dalam
sebuah Acara Sharing Session ”Career Day” di sebuah sekolah tinggi. Detik demi detik, seakan masih berpikir
dan terkesan masih bingung untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan.
Sampai akhirnya saya terpaksa mengulang kembali pertanyaan dan memberikan tambahan penjelasan
atas pertanyaan saya dengan harapan ia dapat menjawabnya tanpa ada jeda waktu yang cukup lama dan
garis kebingungan menampak di wajahnya. Pada kenyataan memang diantara kita masih banyak yang
seakan tidak tahu, sungkan, ataupun masih bingung mengetahui dan menyampaikan apa kelebihan
yang dimilikinya atau bahkan bertanya kepada orang lain tentang kelebihannya.
Sangatlah berbeda halnya, saat saya melemparkan pertanyaan yang tidak senada, ”bisa Anda sebutkan
apa saja kelemahan atau kekurangan yang Anda miliki ?”
Tanpa menunggu waktu selama dengan pertanyaan tentang kelebihan yang dimiliki, dengan lebih mudah
kita akan menjawabnya dan bahwa kita mampu menjawabnya dengan lebih banyak dari jumlah yang
dipertanyakan.
Pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman sederhana diatas ? Saya mendapatkan kesan setidaknya ada
beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri
kita karena dalam keseharian di lingkungan kantor, lingkungan rumah dan interaksi dengan orang –orang
di sekitar, kita jauh lebih banyak mendapatkan informasi apa saja kejelekan dan kekurangan kita. Dan
memang kita sendiri lebih suka bertanya pada orang lain apa saja kelemahan yang kita miliki ketimbang
kelebihan yang kita miliki.
Terkadang saya melihat di pesawat televisi dan banyak menyaksikan begitu banyak bakat yang
dipertontonkan oleh saudara kita yang secara fisik tidak sempurna dan saudara kita harus berjuang dalam
hidup tetapi memiliki bakat yang sangat luar biasa. Saya begitu kagum dan terharu saat menyaksikannya.
Mereka begitu gigih untuk mengasah dan menunjukan bakatnya dengan bekal semangat yang ditorehkan
Orang-orang terdekatnya yang senantiasa mengkomunikasikan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Bagaimana dengan kita ? apakah lebih banyak menerima kumpulan kata-kata yang membuat kita semakin
Tak mengenal apa kelebihan kita atau sebaliknya yang semakin menguatkan diri kita untuk mengasahnya
menjadi hebat. Tak salah memang menerima masukan atas segala kekurangan jika tuk sekedar perbaikan
diri untuk menjadi lebih baik dan tak mengulangi kesalahan, tetapi mengetahui dan memanfaatkan
kelebihan diri dengan baik jauh lebih penting. Karena alangkah indah dan berharganya jika orang lain
mengenal dan mengingat kita akan segala kelebihan yang kita miliki ketimbang diingat dengan segala
keburukan atau kelemahan yang kita miliki.
Mengapa kita kita tak memulai saja untuk lebih mengenal dan memberikan perhatian kepada kelebihan-
Kelebihan kita, seperti apa yang pernah saya dengar dari ahli ilmu kepempiminan John C. Maxwell bahwa
Saat kita fokus kepada kelebihan-kelebihan yang kita mikili akan membantu keberhasilan yang kita
Inginkan. Dengan begitu, kapan kita asah, kita manfaatkan dengan sebesar-besarnya ? sekarang, nanti,
Atau tidak sama sekali, itu adalah pilihan Anda ? (Yunus Bear)
Berbahagialah orang yang telah memutuskan rantai yang membelenggu pikiran, dan yang telah tidak lagi
khawatir akan apapun. (Ovid)
Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah
melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. (John Charles
Salak)
Have a positive day!
[SDMList]
Anda Mendapatkan Stress di Kantor ? Coba lakukan ini....
Tiba-tiba sore hari saat menjelang jam kerja usai dengan mendadak atasan Anda datang sambil membawa tumpukan berkas kepada Anda. "Ali, tolong bikin proposal penawaran secepatnya. Ini semua bahannya. Pelajari dan nanti jam 9 malam, proposal itu sudah ada di meja saya!" katanya. Ini adalah perintah yang Anda harus kerjakan. Tak peduli tiba-tiba atasan Anda jadi lebih mirip seperti kera, atau wanita yang baru Anda kenal membuang jauh-jauh kartu nama Anda karena ingkar janji makan malam, Anda sudah janji dengan anak Anda yang sedang menunggu Anda di rumah di hari ultahnya atau timbunan rasa penat yang mendadak muncul, toh proposal itu harus selesai tepat pada waktunya.
Apa yang kita hadapi di kantor, di rumah, di jalan, terkadang membuat Anda mendadak stres. Tanpilan yang sangat seksi dan menggoda sekretaris atasan yang sejak pagi menjadi hiburan hari ini, mendadak menjadi menyebalkan. Semuanya menyebalkan: Mulai dari komputer, pulpen, kopi, dinding, sepatu, AC, dan sebagainya.
Sebelum stres itu membunuh Anda, Caninews memberikan 4 jurus pamungkas yang mungkin bisa mengurangi rasa penat yang tiba-tiba muncul (tentu saja Anda tak berpikir konyol bahwa kami bisa mengurangi pekerjaan Anda kan?). Bahkan, membuka sejenak halaman Caninews, dan melupakan sejenak himpitan yang datang tiba-tiba, bisa menjadi obat yang manjur. Tapi
baiklah, inilah empat cara pembunuh stres Anda:
1. BUAT LEHER ANDA RELAKS.
Angkat tangan kiri Anda dan lingkarkan di atas kepala sampai menyentuh kuping kanan. Tarik kepala Anda ke arah kiri menjauhi bahu kanan, lalu tahan. Lakukan untuk sisi lainnya.
2. TEKAN TANGAN ANDA
Satukan telapak tangan Anda , dan tekan jari Anda secara bersamaan sambil menarik nafas.
Kemudian buang nafas ketika mengendurkan tekanan pada jemari Anda. Lakukan ini sebanyak lima atau enam kali.
3. ATUR MAKAN
Jika Anda sedang dalam keadaan stres berat, sebaiknya makanlah makanan yang rendah lemak dan kaya protein seperti ikan. Sebab, percayalah, stres bisa membuat nafsu makan Anda bertambah.
4. BERDIRI SAAT MENERIMA TELEPON
Anda akan meregangkan otot Anda dan bernafas lebih dalam, sehingga mengalirkan darah yang kaya akan oksigen lebih banyak ke otak Anda.
Ketika Anda berpikir bahwa gerakan ini begitu sederhana, cobalah di saat Anda merasa stres. Anda akan terkejut sendiri melihat efektivitas gerakan ini. Kami telah buktikan sendiri -sehingga mendadak, sekretaris yang menyebalkan itu menjadi cantik kembali dan terlihat indah dimata. Hip... hip... hurrraaaa!!!!
Stress di tempat kerja: Kenali dan Kelola
Stress bisa dipicu masalah kecil, seperti bunyi telpon yang terus berdering, peralatan kantor yang sebentar-sebentar rusak, dan sebagainya. Atau lantaran masalah besar, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit pekerjaan, tidak menyukai pekerjaan, kekhawatiran bakal dipecat, atau tidak bisa akur dengan atasan. Umumnya, masalah-masalah besar mudah menyulut stress, sehingga orang menjadi merasa tidak bahagia dan kehilangan produktifitas. Namun stress dalam tingkatan yang tidak terlalu berat justru dapat merangsang orang untuk menjadi kreatif dan banyak akal. Tapi bila beban stress sudah terlalu berat, bukan hanya berdampak pada psikis namun juga pada fisik yang cukup parah.
Oleh karena itu, kenalilah sumber utama yang dapat memicu stress.
• Kewenangan
Banyak studi menunjukkan bahwa pekerja yang merasa mempunyai tanggungjawab yang besar, namun hanya mempunyai sedikit kewenangan dalam pengambilan keputusan, beresiko mengalami masalah pembuluh jantung, dan berbaggai penyakit yang terkait dengan stress.
• Kompetensi
Apakah Anda peduli pada kemampuan Anda untuk selalu tampil prima? Apakah Anda merasa cukup tertantang? Anda merasa tidak aman dengan pekerjaan Anda? Perasaan tidak aman pada perkerjaan adalah pemicu utama stress pada banyak pekerja.
• Kejelasan
Perasaan ketidakpastian pada tugas-tugas, berbagai perubahan, atau ketidakjelasan tujuan perusahaan dapat memicu munculnya stress.
• Komunikasi
Tekanan di tempat kerja sering diakibatkan oleh buruknya komunikasi, yang dapat berujung stress. Ketidakmampuan mengekpresikan kepedulian, frustasi, atau emosi dapat memicu stress.
• Dukungan
Ketiadaan dukungan rekan kerja, akan mempersulit upaya mengatasi masalah-masalah dalam pekerjaan sehingga menyebabkan stress.
• Signifikansi
Bila Anda mengganggap bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak berharga dan tidak merasa bangga karenanya, Anda akan merasakan tekanan stress.
• Tanggungjawab bertambah
Tambahan tanggungjawab kerja akan menambah tekanan stress.
Nah agar tidak menjadi korban deraan stress, maka Anda perlu mengelola stress di tempat kerja. Anda perlu berbuat sesuatu untuk memperingan tekanan yang bisa memicu stress
1. Temui atasan Anda
Sedikitnya setahun sekali (lebih sering lebih baik), Anda perlu membicarakan kinerja Anda dengan atasan. Sambil mencaritahu kelemahan yang perlu dibenahi dan kekuatan yang perlu dikembangkan, Anda dapat mencari "bocoran" tentang arah kebijakan perusahaan. Selain itu, Anda pun dapat mengkonfirmasikan isu-isu yang mungkin menyebabkan ketidaknayamanan dalam bekerja. Dengan demikian Anda dapat mempersiapakan diri Anda, untuk menghadapi hari-hari mendatang, tanpa terkaget-kaget.
2. Atur waktu sebaik-baiknya
Tinggalkan pekerjaan Anda di kantor, jangan dibawa ke rumah. Bila Anda sering mengorbankan waktu bebas untuk menyelesaikan pekerjaan, tanda-tanda stress adalah ganjaran yang bakal Anda dapatkan. Bila majikan Anda menawarkan jadwal kerja yang fleksibel, manfaatkan kesempatan tersebut dengan menyesuaikan gaya kerja Anda. Misal, datang lebih pagi agar bisa menikmati waktu istirahat siang yang lebih panjang, atau pulang lebih cepat. Manfaatkan wakktu luang tersebut untuk berolahraga atau bersantai.
3. Matikan alat komunikasi
Ponsel dan internet memungkinkan setiap orang untuk dihubungi setiap saat. Namun jangan biarkan teknologi menghapus batas antara waktu Anda dan jam kerja Anda. Tinggalkan ponsel Anda, atau putuskan untuk tidak menerima telepon ketika Anda sedang beristirahat, atau bersantai bersama keluarga. Hindari memeriksa e-mail kerja ketika sedang di rumah.
4. Tahu kapan harus keluar
Bila Anda merasa sangat menderita lantaran didera stress pekerjaan, dan saran di atas tidak berhasil, mungkin sudah saatnya Anda berpikir untuk berganti pekerjaan. Namun Anda harus yakin bahwa masalahnya ada pada perkerjaan atau pada Anda. Sebaiknya, Anda meluangkan waktu untuk mencari pekerjaan sebelum benar-benar mengundurkan diri. Menjadi pengangguran juga dapat menyebabkan stress. Idealnya, Anda telah mendapat pekerjaan baru sebelum mengundurkan diri, meskipun terkadang
sulit terlaksana. Oleh karena itu putuskan, mana yang lebih baik; menjadi pengangguran atau menderita karena pekerjaan.
Semoga bermanfaat and jangan stress2 ya ……
Have a positive day!
Salam Inspirasi
[SDMList]
Isilah Usia dengan Sesuatu Yang Berharga Untuk Mencapai Derajat Kemuliaan
Saat saya berjumpa dengan seseorang pria tua renta dengan usianya sekitar lebih dari 90 tahun dan saya bertanya,
“apa rahasia Bapak memiliki usia yang panjang “ dengan singat dan sederhana Beliau menjawab, ”Bila hari hujan, aku relakan
hujan datang dan apapun yang datang padaku aku ikhlas menerimanya dan aku Berusaha untuk selalu menjadi persaudaraan"
Sebenarnya memang kita dapat mengukur usia kita dari kalender yang tiap tahun berganti. Usia panjang yang kita miliki dapat saja
karena doa yang selalu kita panjatkan kepada Sang Pencipta dan doa yang kita sematkan untuk kebaikan pada orang lain. Namun
demikian ada hal yang mestinya tidak kita abaikan yaitu apabila kita mampu menerima setiap bergantinya detik dengan pergantian
usia secara ikhlas dan bersahaja. Karena sebenarnya memang bukan panjang atau tidaknya usia kita diukur, namun seberapa jauh
atau pendeknya usia dapat kita isi dengan sesuatu yang berarti..
Saat teringat sebuah cerita tentang penderitaan seorang bocah yang divonis akan meninggal dunia dalam beberapa hari ke depan
akibat sakit yang telah lama dideritanya, sang bocah dengan lugu dan singat ia menjawab "Aku ingin melihat matahari, Bunda."
Terasa air mata menetes membasahi wajah sang bunda.
Cobalah renungkan sejenak, tanpa kita sadari kita telah melewati begitu banyak peristiwa dalam kehidupan ini. Suka, duka, kesedihan,
penderiaan, kegembiraan, kekecewaan, kegagalan, keberhasilan dan seterusnya datang silih berganti mewarnai hidup kita. Tanpa
terasa detik demi detik menit ke menit jam demi jam hingga tahun berganti tahun kini kita telah melewati begitu banyak waktu.
Kita seakan sering lupa apakah waktu kita gunakan dengan begitu berhargai atau bahkan sebaliknya kita sia-siakan tanpa menghasilkan
sesuatu yang berarti. Kita seakan lupa bahwa cepat atau lambat Sang Pencipta akan memanggil kita tuk mempertanggung jawabkan
segala yang telah kita perbuat di kehidupan ini.
Dengan bertambahnya usia sesungguhnya semakin berkurang jatah hidup kita di kehidupan dunia ini. Dari seolah kita menatap pada
ujung usia dan merasakan langkah demi langkah kita tiap detik menuju ke haribaan Sang Khalik kita rasakan dalam getaran hati dan
jiwa ini sungguh semakin dekat seakan ajal menyongsong yang tak akan kita pernah ketahui. Lalu pertanyaannya adalah apa yg
telah kita perbuat selama ini apakah sudah menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Sudah siapkah kita jika sewaktu-waktu Tuhan
mengambil kita.
Jadilah orang yg cerdik, orang yang berupaya dan berjuang dengan segenap hati, tenaga, dan pikiran untuk melakukan segala
kebaikan, mempelajari ilmu yang berguna dan mengajarkan banyak orang, dan selalu berdoa untuk senantiasa memanjatkan berjuta
rasa syukur. Kita tidak ada pilihan selain mengisi usia kita dgn berbagai macam kebaikan dan kemuliaan jika derajat mulia disisiNYA
lah yang kita inginkan. Dengan begitu, kita memiliki jalan yang mana yang seharunya kita lewati dan menjadi tidak sia-sia karena kita
tahu dengan benar mana yang seharunya rute yang kita tempuh untuk mencapai kemulian sebagai manusia.
Hidup hari ini semestinya menjadi lebih baik dari hidup kemarin, jika memang kita bukanlah termasuk orang yg merugi . Pahamilah,
usia adalah bekal dan menyia-nyiakannya berarti sia2lah hidup kita. Dan tak akan mungkin kita mendapatkan hasil mulia dari sesuatu
yang melalaikan.
Mulailan untuk berbenah diri, evaluasi apa saja yang telah kita lakukan dan hasilkan. Tak perlu sesali apa yang telah terjadi. Raihlah
kebahagiaan dan kemulian selagi waktu bersanding dengan diri. Berusahalah untuk fokus terhadap segala kebaikan, berbagilah ilmu,
kebahagiaan, atau apapun yang membawa keberkahan dan kemulian diri. Isilah detik demi detik dengan berguna. Dan yang
terpenting, tanamkan dalam pikiran untuk tujuan akhir mencapai derajat tertinggi sebagai seorang insan Sang Pencipta. Dengan begitu
kita punya kompas kemana arah kita berjalan dan tersenyum saat kita menjumpaiNYA kelak...
Have a positive day!
Salam Inspirasi
Jumat, 18 Februari 2011
Andai KITA yang jadi ATASAN dan Orang Lain jadi Staff
Bila Atasan tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten
Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !
Bila Atasan berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel.
Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !
Bila Atasan bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform !
Bila Atasan bekerja cepat, itu berarti beliau smart.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !
Bila Atasan lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati .
Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi !
Bila Atasan mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !
Bila Atasan terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking.
Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono !
Bila Atasan tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent.
Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !
Bila Atasan mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif.
Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !
Bila Atasan curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !
Bila Atasan menyatakan sulit, itu berarti beliau prediktif-antisipatif.
Bila staff menyatakan sulit, itu berarti dia pesimistik !
Bila Atasan menyatakan mudah, itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan mudah, itu berarti dia meremehkan masalah !
Bila Atasan sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer.
Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !
Bila Atasan sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !
Bila Atasan sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !
Bila Atasan minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut !
............dan masih banyak lagi.
Bila Atasan membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
frustasi
iri terhadap karir orang lain
negative thinking
barisan sakit hati
provokasi
tidak tahan banting
berpolitik di kantor
tidak produktif
tidak sesuai dengan budaya perusahaan
...........dan masih banyak lagi
........ Ha ha ha ha ..........
Have a positive day!
[SDMList]
7 SIMPLE STEPS FOR ACHIEVING YOUR DREAMS
I want to share with you seven simple steps to achieve any dream that you desire. These are the same seven steps I used to achieve the biggest dream of my life, qualifying for and running in the Boston Marathon.
While reading please keep in mind I have used these same steps time and time again to attain goals, ranging from record sales, becoming an accomplished speaker via Toastmasters or transforming myself from a steak lover to a strict vegetarian.
1. SET GOALS (Tetapkan Cita-cita Anda, & Mimpi-mimpi Anda)
One of the key steps in achieving your dream is to set goals on a consistent basis. You need to create goals both for the long term and the short term, and put them in writing! Studies have shown that when you write down a goal the chances of achieving it are a thousand times greater. Here are some goal setting strategies that have helped me along my journey to achieving my dreams:
1. Goals must be specific, measurable, attainable and realistic.
2. Goals must have a time limit.
3. Goals must be positive, personal, and in the present tense.
4. Rewrite, review and visualize the achievement of your goals on a daily basis. "It is a psychological law that whatever we wish to accomplish we must impress on the subjective or subconscious mind." - Orison Swett Marden
2. VISUALIZE (lakukan visualisasi mimpi Anda)
Make a habit of visualizing your dream on a daily basis. Training for my twelfth marathon, I visualized obtaining a sub 3:10 qualify time required to run in the Boston Marathon. I saw each mile marker along the 26.2 mile course with the time I needed. I pictured myself, at the end of that race, celebrating with my wife and calling my coach to tell him the good news that I qualified for Boston ! These visualization techniques worked extremely well for me and I guarantee they will work for you! "Without a vision people perish (Binasa)."
3. BE PERSISTENT (Gigih lah dengan apa yg Anda perjuangkan)
Now that you have your goals written down and you are doing your daily visualization exercises you need to have persistence! It took me twelve years and twelve marathons to achieve my dream. There were many times I wanted to give up, yet I never wavered in my goals or my ultimate dream. Never, never, never give up!
4. HAVE FAITH (Mempunyai keyakinan.... Yakinlah)
I have a favorite quote that says "The size of your success is determined by the size of your belief". I've learned, along several of my own journeys, the importance of having an uncompromising faith in myself which has been a critical component in accomplishing my goals. "Whatever your mind can conceive and believe, it can achieve." -Napoleon Hill
5. EXHIBIT DISCIPLINE (Tunjukkanlah kedisiplinan Anda)
Discipline is a key component required to achieve your goals and dreams. When working toward your dream think of discipline as having the ability to flick the little doubting man off your shoulder who says "can you really do this?" You need to have the "I can do it!" attitude. Holding the vision or experience that inspired you in the forefront of your mind will help you stay disciplined. Remember - self doubt destroys! "With every disciplined effort there is a multiple reward." -Jim Rohn
6. FIND a MENTOR or COACH (Dapatkan Mentor Atau Coach Untuk Membantu Anda)
The ability to seek out and learn from others, specifically those who have already accomplished similar goals and dreams, is an invaluable resource for your success. In my case, I hired
a former Olympic marathon runner, turned coach to support and inspire me. With his help I achieved a dream that had escaped me during the twelve long years I tried to do it alone!
7. HAVE GRATITUDE (Berterimakasih lah, Bersyukurlah)
One of the most important qualities one can have on one's journey to obtaining a dream is "an attitude of gratitude". Every morning I make a habit of spending a minimum of five minutes reflecting on the many things I am truly grateful for in my life. When you are grateful for life's gifts, you are truly rich.
Have a positive day!
[SDMList]
Keputusan Diambil Yang Terbaik Pada Saat itu, Evaluasi dan Bukan Menyesalinya!
Saya bertanya kepada Anda, pernahkah Anda menyesali keputusan dan langkah yang telah Anda ambil ?
Kita tidak dapat memungkiri, diantara kita tentulah pernah menyesali sebuah keputusan yang hasilnya mungkin tak
seperti yang kita inginkan meskipun kita telah kita pikirkan dalam-dalam, pikirkan masak-masak. Tak perlulah kita
merasa gundah dahulu dan tidak perlu kita perlu menyesali semua keputusan yang keputusan yang kita kita ambil
dan jalani.
Cobalah untuk renungkan sejenak, waktu waktu terus berjalan dan tidak akan memberikan kita jalan tuk kembali ke
depan dengan kecepatannya tanpa penerimaan kita menyukainya atau tidak. Kitapun telah terseret bersama
dengannya. Bahkan seringkali kita luput bahwa derasnya waktu tentu menuntut kepalan keberanian menghadapinya.
Sebaliknya, terkadang kita terjebak untuk berusaha keras menghapus setiap jejak langkah yang ditorehkan dalam
perjalanan kehidupan ketimbang mencari cara tuk langkah perbaikan diri dan menata diri wujudkan tujuan yang ingin
kita capai. Memang waktu terus melangkah laju ke depan tanpa menghiraukan kita yang tertinggal atau ingin
kembali untuk menghapuskan jejak langkah yang kita torehkan meski sesekali kepala menengok ke belakang. Yang
pasti tiada jalan kita tuk kembali yang ada hanyalah masa ke depan yang harus kita hadapi dengan bekal keberanian.
Kita tidak akan dapat mundur ke belakang, kita hanya dapat mengevaluasi kembali segala tindakan dan keputusan
yang telah kita ambil dan jalankan. Tak salah ketika penyesalan tidak akan pernah mengubah masa lalu dan tiada
berguna menyesalinya berkepanjangan yang membuat energi dan pikiran kita habis terbuang. Introspeksi dan perbaiki
keputusan-keputusan dan belajarlah dari banyak kesalahan yang terjadi. Janganlah pernah menyalahkan segala
penghambat jalan kita meski sebuah kerikil kecil di celah-celah jari kaki kita, singkirkan dengan begitu langkah kaki
melangkah lebih mulus.
Tidak mengapa untuk sesekali tengok ke belakang bila hanya sekedar membuat langkah berbeda sebagai perbaikan.
Anggaplah ia sebagai kerikil-kerikil seperti pandangan sinis orang disekitar yang mencobah goyahkan keyakinan kita,
yang mesti disingkirkan dari jalan tujuan yang hendak kita lewati. Itulah mengapa orang bijak pernah berkata
penyesalan berkepanjangan tiada guna dan tak mengubah apapun. Satu hal penting saat kita memutuskan sesuatu
adalah kita telah belajar untuk menghargai keputusan kita dan apapun meski mungkin tak mengenakkan hasilnya
karena memang segala keputusan apapun yang kita ambil adalah YANG TERBAIK PADA SAAT ITU.
Pahamilah nilai sebuah tanggung jawab diri kita petik di saat kita menghormati sebuah keputusan. Jadi, tak alasan
kita untuk menyesal dengan keputusan yang telah kita ambil, bukan! Keberanian menghadapi hidup adalah kunci
keberhasilan mengarungi buasnya samudera kehidupan untuk menggapai pulau kemenangan. Bila tidak, tak salah
kehidupanlah yang mengendalikan kita, bukan! (catatan : Mohamad “Bear” Yunus)
Ketika kita mengubah diri, maka semua yang kita dapatkan di luar diri kita akan berubah (Jim Rohn)
Jika kita tidak mau merumuskan tujuan hidup bagi diri kita, maka kita akan bekerja untuk merealisasikan tujuan hidup
orang lain (Brian Tracy)
Ketika kita menentukan keputusan hidup, maka saat itulah nasib kita sudah dicetak (Anthony Robbins)
Have a positive day!
Salam Inspirasi
[SDMList]
Bagaimana Cara Hilangkan Stres Dengan Menggunakan Kendali Gelombang Otak
Pernahkah Anda mengalami masalah yang datang beruntun dalam satu hari ? Tentu saja pernah, bukan! Sebagai contoh, ketika Anda harus memberikan presentasi penting bagi kemajuan karier, tiba-tiba datang telepon dari rumah yang mengabarkan bahwa anak Anda yang masih kecil dilarikan ke rumah sakit karena mendadak badannya panas yang sangat tinggi. Atau Anda mendapatkan fitnah dari atasan atau rekan kerja yang tidak menyukai Anda, di waktu yang sama Anda memikirkan orang tua Anda yang sedang sakit di rumah sakit.
Atau dapat keseharian di saat Anda sedang berkonsentrasi penuh karena sedang menghadapi deadline pekerjaan. Tiba-tiba datang sahabat atau kerabat yang butuh pertolongan segera, atau ada berita menyedihkan yang datang dari orang yang paling kita sayangi. Tapi mungkin juga, kita memang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang "berbakat" mengubah suasana kerja atau suasana rumah menjadi tidak menyenangkan. Dan masih banyak bencana atau masalah datang bertubi-tubi di hari yang sama, oh my GOD!
Ketika muncul banyak masalah datang, baik di kantor maupun di rumah, kita cenderung bereaksi dengan panik dan memunculkan emosi negatif. Padahal kepanikan justru membuat kita semakin sulit berkonsentrasi. Jika konsentrasi buyar, kita menjadi semakin cemas.
Apa yang bisa dilakukan dalam kondisi demikian? Sebenarnya hal-hal semacam itu akan lebih mudah diatasi kalau kita memahami cara bekerjanya otak. Kita perlu memiliki ketrampilan mengendalikan gelombang otak yang bisa memudahkan kita menenangkan diri di saat panik.
Dengan memahami posisi gelombang otak, kita bisa mengatur mood sehingga selalu merasa bahagia, juga sukses dengan setiap hal yang kita lakukan. Untuk mencapai kebahagiaan lewat kendali gelombang otak, kita bisa belajar dari anak-anak. Pernahkah Anda memperhatikan anak-anak ketika sedang bermain dengan teman-temannya? Lihatlah betapa mudahnya mereka tertawa bahagia. Meskipun mungkin baru saja saling mencakar dan sama-sama menangis, tapi beberapa menit kemudian mereka seolah sudah melupakan tangisan dan sudah kembali bermain bersama dengan kompaknya.
Hal itu karena anak-anak masih mudah menyetel gelombang otaknya memasuki frekuensi alpha-theta. Frekuensi alpha-theta ini normalnya kita alami ketika sedang rileks, melamun dan berimajinasi. Berbeda dengan kondisi beta yang dominan ketika kita dalam kondisi sadar sepenuhnya dan lebih banyak menggunakan akal pikiran. Memasuki frekuensi alpha-theta itu sebenarnya merupakan ketrampilan manusia yang alami. Namun, ketika mulai sekolah, kita dikondisikan menyetel gelombang otak yang dominan beta. Jadi, begitu menjadi orang dewasa , keterampilan memasuki kondisi alpha-theta itu hilang.
Apalagi tuntutan kehidupan modern membuat pikiran orang terfokus untuk bekerja keras demi tuntutan materi dan kehidupan yang konsumtif meskipun terpaksa mengurangi waktu tidur dan istirahat. Padahal saat tidur manusia seharusnya merasakan keempat frekuensi. Dari frekuensi beta di mana kita dalam kesadaran penuh, gelombang otak turun ke alpha ketika kedua mata tertutup, lalu masuk ke theta, dan akhirnya ke delta saat kita tertidur pulas tanpa mimpi. Karena waktu tidur kurang, maka kita cenderung kurang mengalami kondisi alpha-theta, akibatnya kita makin mudah stres. Alfa-Theta, membuat tenang, bahagia dan kreatif. Kemampuan untuk secara temporer mengubah kesadaran diri satu frekuensi ke frekuensi yang lain adalah keterampilan yang sangat penting, karena efeknya akan membantu menyeimbangkan otak, hati, dan jiwa. Keterampilan itu membuat seseorang menjadi pandai membaca situasi dan pandai menempatkan diri dalam suasana apapun sehingga seolah-olah sellau berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tentunya hal itu sangat penting untuk mendaki tangga kesuksesan dan mencapai kebahagiaan.
Ketika masalah berdatangan dan mulai merasa stres, itulah saat yang tepat untuk mulai rileks,menurunkan vibrasi otak dan memasuki frekuensi alpha-theta. Begitu juga ketika pekerjaan kita membutuhkan pikiran-pikiran kreatif. Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan. Menarik lagi, kedua frekuensi tersebut juga merupakan pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar yang dibutuhkan untuk melakukan self hypnosis, mendapatkan intuisi dan melakukan penyembuhan. Masalahnya bagaimana caranya memasuki frekuensi alpha-theta dengan cepat?
Sebenarnya usaha untuk memasuki level alpha-theta secara sadar telah dilakukan orang sejak lama, yaitu dengan kebiasaan berdzikir/bertafakur/bertadabur yang membuat doa makin khusyuk, latihan-latihan meditasi, yoga, atau taichi.
Latihan-latihan itu bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan kita untuk mengubah kesadaran otak. Para penyembuh yang menggunakan energi dan tenaga dalam, karena tuntutan pekerjaannya umumnya telah menuai ketrampilan ini secara otomatis.
Caranya yaitu dengan melakukan entertainment. Yaitu istilah yang digunakan untuk melatih belahan otak kiri dan otak kanan agar mau bekerja sama dengan baik. Otak dengan tingkat kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang melihat kehidupan dengan lebih objektif, tanpa ketakitan dan kecemasan. Selain lebih mudah memasuki kondisi khusuk atau rileks yang dalam, juga memiliki kemampuan memfokuskan konsentrasi yang lebih baik. Selain itu karena kondisinya lebih sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan senyawa kimia penyebab rasa nyaman dan nikmat dalam jumlah besar sehingga terjadi relaksasi secara alami. Nampaknya mereka yang tidak terbiasa dengan latihan-latihan meditasi, yoga, tai chi, dan lainnya cara ini bisa membantu.
Semoga bermanfaat ...
Have a positive day!
[SDMList]
Langganan:
Postingan (Atom)













