Selamat datang buat para pengunjung blog saya. Mari berbagi informasi mengenai apapun disini, asalkan tidak yang menyangkut SARA. Karena sekecil apapun informasi yang kita terima berguna buat bahan pembelajaran kita.
Selasa, 19 April 2011
Fokus Pada Kelemahan atau Kelebihan Diri ?
"Coba Anda ceritakan, kelebihan yang Anda miliki ?" tanya saya kepada seorang mahasiswa saat dalam
sebuah Acara Sharing Session ”Career Day” di sebuah sekolah tinggi. Detik demi detik, seakan masih berpikir
dan terkesan masih bingung untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan.
Sampai akhirnya saya terpaksa mengulang kembali pertanyaan dan memberikan tambahan penjelasan
atas pertanyaan saya dengan harapan ia dapat menjawabnya tanpa ada jeda waktu yang cukup lama dan
garis kebingungan menampak di wajahnya. Pada kenyataan memang diantara kita masih banyak yang
seakan tidak tahu, sungkan, ataupun masih bingung mengetahui dan menyampaikan apa kelebihan
yang dimilikinya atau bahkan bertanya kepada orang lain tentang kelebihannya.
Sangatlah berbeda halnya, saat saya melemparkan pertanyaan yang tidak senada, ”bisa Anda sebutkan
apa saja kelemahan atau kekurangan yang Anda miliki ?”
Tanpa menunggu waktu selama dengan pertanyaan tentang kelebihan yang dimiliki, dengan lebih mudah
kita akan menjawabnya dan bahwa kita mampu menjawabnya dengan lebih banyak dari jumlah yang
dipertanyakan.
Pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman sederhana diatas ? Saya mendapatkan kesan setidaknya ada
beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri
kita karena dalam keseharian di lingkungan kantor, lingkungan rumah dan interaksi dengan orang –orang
di sekitar, kita jauh lebih banyak mendapatkan informasi apa saja kejelekan dan kekurangan kita. Dan
memang kita sendiri lebih suka bertanya pada orang lain apa saja kelemahan yang kita miliki ketimbang
kelebihan yang kita miliki.
Terkadang saya melihat di pesawat televisi dan banyak menyaksikan begitu banyak bakat yang
dipertontonkan oleh saudara kita yang secara fisik tidak sempurna dan saudara kita harus berjuang dalam
hidup tetapi memiliki bakat yang sangat luar biasa. Saya begitu kagum dan terharu saat menyaksikannya.
Mereka begitu gigih untuk mengasah dan menunjukan bakatnya dengan bekal semangat yang ditorehkan
Orang-orang terdekatnya yang senantiasa mengkomunikasikan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Bagaimana dengan kita ? apakah lebih banyak menerima kumpulan kata-kata yang membuat kita semakin
Tak mengenal apa kelebihan kita atau sebaliknya yang semakin menguatkan diri kita untuk mengasahnya
menjadi hebat. Tak salah memang menerima masukan atas segala kekurangan jika tuk sekedar perbaikan
diri untuk menjadi lebih baik dan tak mengulangi kesalahan, tetapi mengetahui dan memanfaatkan
kelebihan diri dengan baik jauh lebih penting. Karena alangkah indah dan berharganya jika orang lain
mengenal dan mengingat kita akan segala kelebihan yang kita miliki ketimbang diingat dengan segala
keburukan atau kelemahan yang kita miliki.
Mengapa kita kita tak memulai saja untuk lebih mengenal dan memberikan perhatian kepada kelebihan-
Kelebihan kita, seperti apa yang pernah saya dengar dari ahli ilmu kepempiminan John C. Maxwell bahwa
Saat kita fokus kepada kelebihan-kelebihan yang kita mikili akan membantu keberhasilan yang kita
Inginkan. Dengan begitu, kapan kita asah, kita manfaatkan dengan sebesar-besarnya ? sekarang, nanti,
Atau tidak sama sekali, itu adalah pilihan Anda ? (Yunus Bear)
Berbahagialah orang yang telah memutuskan rantai yang membelenggu pikiran, dan yang telah tidak lagi
khawatir akan apapun. (Ovid)
Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah
melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. (John Charles Salak)
[SDMList]
Seekor Kupu-kupu dan Seorang Anak Kecil
Suatu hari ada seorang anak laki-laki sedang memperhatikan sebuah kepompong. Dan ternyata didalamnya ada kupu-
Kupu yang sdg berjuang utk melepaskan diri dari dalam kepompong dan kelihatannya begitu sulitnya.
Si anak laki-laki tsb merasa kasihan pada kupu-kupu tsb dan berpikir cara utk membantu si kupu-kupu agar bisa
keluar dengan mudah dari kepomponnya.
Akhirnya si anak laki-laki tadi menemukan ide dan segera mengambil gunting dan membantu memotong kepompong agar
kupu-kupu bisa segera keluar. Alangkah senang dan leganya anak laki-laki itu.
Tetapi apa yang terjadi kemudian ?
Si kupu-kupu memang bisa keluar, tetapi kupu-kupu tsb tidak dapat terbang, hanya dapat merayap saja.
Apa sebabnya?
Ternyata bagi seekor kupu-kupu yang sedang berjuang keluar dari kepompongnya, yang mana pada saat dia mengerahkan
seluruh tenaganya, ada suatu cairan di dalam tubuhnya yang mengalir dengan kuat ke seluruh tubuhnya yang membuat
sayapnya bisa mengembang sehingga ia dapat terbang, tetapi karena tidak ada lagi perjuangan tersebut maka sayapnya
tidak dapat mengembang sehingga jadilah ia seekor kupu-kupu yang hanya dapat merayap.
Kadangkala perhatian dan niat baik kita belum tentu menghasilkan sesuatu yang baik.
Sama seperti pada saat kita mengajar anak kita. Kadangkala kita sering membantu mereka karena kasihan atau rasa
sayang, tetapi sebenarnya malah membuat mereka tidak mandiri dan bahkan menjerumuskannya kelak dikemudian hari
di kala remaja dan dewasa. Membuat potensi dalam dirinya tidak berkembang, memandulkan kreativitas, karena kita
tidak tega melihat mereka mengalami kesulitan, yang sebenarnya jika mereka berhasil melewatinya, justru menjadikannya
belajar sesuatu dan menjadi KUAT.
Demikian juga pada saat kita sedang harus berjuang menghadapi sesuatu, jangan mengharapkan bantuan orang lain,
berjuanglah dahulu dengan mengerahkan segala kemampuanmu. Karena kita sendiri tidak tahu dengan benar, seberapa
jauh potensi maksimal yang kita miliki jika kita tak pernah terus dan terus mencobannya hingga tahu batas dimana
kemampuan kita. Bisa jadi jauh lebih besar dari yang kita bayangkan!
Hidup penuh dengan PERJUANGAN.
Sering kali juga kita menyalahkan situasi yang kita hadapi, tetapi ternyata situasilah yang mendewasakan kita!
Tuhan selalu tahu mana yang terbaik utk umat Nya, tidak ada kejadian yang sia2, semua ada hikmah dibalik kesulitan
sekalipun. Bahkan di balik setiap kesulitan tersimpan kemudahan.
[SDMList]
Senin, 14 Maret 2011
Menghilangkan Kebiasaan Buruk Menunda
Apakah Anda mempunyai kebiasaan menunda pekerjaan penting? Tugas dari atasan, target dari pimpinan atau menyelesaikan aktivitas lainnya yang selalu kita tunda. Kebiasaan jelek ini harus cepat-cepat kita hentikan. Memang tidak mudah, tapi bukannya tidak mungkin. Ikuti tips dibawah ini dan coba sekarang juga.
Untuk memulainya, pilih salah satu tugas, projek atau pekerjaan yang sekarang harus Anda selesaikan. Pilih tugas yang tidak terlalu berat tapi juga jangan terlalu mudah. Sekarang mulai dengan menjawab pertanyaan berikut:
• Sebenarnya apa yang ingin Anda kerjakan
• Tentukan tujuan akhir yang ingin dicapai.
• Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar tujuan itu tercapai? Ingat tidak perlu terlalu detail , cukup garis besarnya saja.
• Apa saja yang telah Anda kerjakan hingga saat ini?
• Mengapa Anda ingin melakukan tugas ini ?
• Apakah motivasi terbesar Anda dalam mengerjakan tugas ini? Tidak usah khawatir apabila motivasi Anda ternyata bukan sesuatu yang positif. Ini adalah permulaan yang jujur. Namun, cobalah untuk merubahnya menjadi kalimat yang positif. Anda pasti akan terkejut melihat hasilnya.
• Apakah ada manfaat lain dari mengerjakan tugas ini yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh Anda? Berpikirlah kreatif dan berani bermimpi. Dengan cara ini Anda bisa melihat bahwa sebetulnya begitu banyak manfaat positif yang akan Anda nikmati apabila mengerjakan tugas ini.
Setelah itu buat daftar hambatan yang mungkin muncul dalam pengerjaan tugas itu. Kemudian jawab pertanyaan dibawah ini :
• Apakah hambatan tersebut dapat Anda hilangkan ?
• Apa saja faktor-faktor yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut? Tidak selamanya harus uang ataupun barang. Mungkin saja waktu yang lebih Longgar, seorang ahli atau bahkan keyakinan diri yang tinggi.
• Cobalah berpikir, apa yang akan terjadi sekiranya projek ini tidak dikerjakan.Langkah ini tidak untuk menakuti Anda, tapi bahkan untuk memotivasi Anda untuk lebih giat.
Buatlah Rencana Pengerjaan Tugas . Rencana ini terdiri dari :
• Garis-garis besar langkah-langkah yang akan dikerjakan. Suatu pekerjaan besar akan terasa lebih ringan apabila dipilah menjadi tugas-tugas kecil.
• Tambahkan dengan detail dan keterangan tambahan lain seiring dengan kemajuan yang telah Anda capai.
• Buat alokasi waktu untuk setiap langkah yang harus diambil. Jadwal tugas dan waktu ini akan menjadi acuan perkembangan yang telah Anda capai.
• Buat jadwal kerja selama satu bulan atau satu minggu sesui dengan agenda Anda tadi. Langkah ini akan membiasakan Anda untuk menjadi lebih teratur. Selain itu membuat pikiran Anda dalam mengerjakan tugas juga menjadi lebih tenang dan tidak tercampur dengan tugas-tugas lain.
• Tentukan hadiah untuk setiap langkah atau kemajuan yang telah dilakukan.
• Buatlah review hasil kerja dan rencana. Apabila memungkinkan, carilah teman, saudara atau senior yang bisa membantu Anda memotivasi dan memonitor hasil kerja Anda.
Dalam kenyataannya, tidak selamanya rencana dapat dilaksanakan dengan mulus. Karenanya penting untuk mencamkan dalam hati bahwa:
• Setiap kesalahan adalah "pengalaman berharga". Bahkan mungkin pengalaman-pengalaman tersebut lebih berharga dari hasil akhir itu sendiri. Karena pengalaman tersebut akan menghindarkan Anda dari kesalahan serupa di masa mendatang.
• Gangguan dan pelarian. Adakalanya Anda akan merasa bosan dan frustasi, bahkan kadang-kadang tergoda untuk meninggalkan tugas ini. Karenanya, apabila godaan itu muncul, ingatkan diri Anda motivasi dan hadiah yang nanti akan Anda dapat.
• Emosi yang berubah-ubah. Seringkali kita menjadi marah, kecewa atau frustasi apabila ternyata hasil akhir melenceng dari bayangan. Cobalah berpikir bahwa Anda telah melakukan yang terbaik. Dan Tuhan adalah penentu dari segalanya.
Dan jangan lupa, bermimpilah bahwa Anda berhasil. Dalam hati, selalu buat bayangan apabila Anda berhasil mengerjakan tugas ini. Anda akan menjadi selalu bersemangat. Percayalah !
Have a positive day!
[SDMList]
Senin, 21 Februari 2011
Anda Fokus Pada Kelemahan atau Kelebihan Diri ?
"Coba Anda ceritakan, kelebihan yang Anda miliki ?" tanya saya kepada seorang mahasiswa saat dalam
sebuah Acara Sharing Session ”Career Day” di sebuah sekolah tinggi. Detik demi detik, seakan masih berpikir
dan terkesan masih bingung untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan.
Sampai akhirnya saya terpaksa mengulang kembali pertanyaan dan memberikan tambahan penjelasan
atas pertanyaan saya dengan harapan ia dapat menjawabnya tanpa ada jeda waktu yang cukup lama dan
garis kebingungan menampak di wajahnya. Pada kenyataan memang diantara kita masih banyak yang
seakan tidak tahu, sungkan, ataupun masih bingung mengetahui dan menyampaikan apa kelebihan
yang dimilikinya atau bahkan bertanya kepada orang lain tentang kelebihannya.
Sangatlah berbeda halnya, saat saya melemparkan pertanyaan yang tidak senada, ”bisa Anda sebutkan
apa saja kelemahan atau kekurangan yang Anda miliki ?”
Tanpa menunggu waktu selama dengan pertanyaan tentang kelebihan yang dimiliki, dengan lebih mudah
kita akan menjawabnya dan bahwa kita mampu menjawabnya dengan lebih banyak dari jumlah yang
dipertanyakan.
Pelajaran yang bisa kita petik dari pengalaman sederhana diatas ? Saya mendapatkan kesan setidaknya ada
beberapa hal penting yang bisa kita pelajari. Salah satunya, kita sering tidak menyadari apa kelebihan diri
kita karena dalam keseharian di lingkungan kantor, lingkungan rumah dan interaksi dengan orang –orang
di sekitar, kita jauh lebih banyak mendapatkan informasi apa saja kejelekan dan kekurangan kita. Dan
memang kita sendiri lebih suka bertanya pada orang lain apa saja kelemahan yang kita miliki ketimbang
kelebihan yang kita miliki.
Terkadang saya melihat di pesawat televisi dan banyak menyaksikan begitu banyak bakat yang
dipertontonkan oleh saudara kita yang secara fisik tidak sempurna dan saudara kita harus berjuang dalam
hidup tetapi memiliki bakat yang sangat luar biasa. Saya begitu kagum dan terharu saat menyaksikannya.
Mereka begitu gigih untuk mengasah dan menunjukan bakatnya dengan bekal semangat yang ditorehkan
Orang-orang terdekatnya yang senantiasa mengkomunikasikan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.
Bagaimana dengan kita ? apakah lebih banyak menerima kumpulan kata-kata yang membuat kita semakin
Tak mengenal apa kelebihan kita atau sebaliknya yang semakin menguatkan diri kita untuk mengasahnya
menjadi hebat. Tak salah memang menerima masukan atas segala kekurangan jika tuk sekedar perbaikan
diri untuk menjadi lebih baik dan tak mengulangi kesalahan, tetapi mengetahui dan memanfaatkan
kelebihan diri dengan baik jauh lebih penting. Karena alangkah indah dan berharganya jika orang lain
mengenal dan mengingat kita akan segala kelebihan yang kita miliki ketimbang diingat dengan segala
keburukan atau kelemahan yang kita miliki.
Mengapa kita kita tak memulai saja untuk lebih mengenal dan memberikan perhatian kepada kelebihan-
Kelebihan kita, seperti apa yang pernah saya dengar dari ahli ilmu kepempiminan John C. Maxwell bahwa
Saat kita fokus kepada kelebihan-kelebihan yang kita mikili akan membantu keberhasilan yang kita
Inginkan. Dengan begitu, kapan kita asah, kita manfaatkan dengan sebesar-besarnya ? sekarang, nanti,
Atau tidak sama sekali, itu adalah pilihan Anda ? (Yunus Bear)
Berbahagialah orang yang telah memutuskan rantai yang membelenggu pikiran, dan yang telah tidak lagi
khawatir akan apapun. (Ovid)
Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua, yaitu mereka yang berpikir gagal padahal tidak pernah
melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak pernah memikirkannya. (John Charles
Salak)
Have a positive day!
[SDMList]
Anda Mendapatkan Stress di Kantor ? Coba lakukan ini....
Tiba-tiba sore hari saat menjelang jam kerja usai dengan mendadak atasan Anda datang sambil membawa tumpukan berkas kepada Anda. "Ali, tolong bikin proposal penawaran secepatnya. Ini semua bahannya. Pelajari dan nanti jam 9 malam, proposal itu sudah ada di meja saya!" katanya. Ini adalah perintah yang Anda harus kerjakan. Tak peduli tiba-tiba atasan Anda jadi lebih mirip seperti kera, atau wanita yang baru Anda kenal membuang jauh-jauh kartu nama Anda karena ingkar janji makan malam, Anda sudah janji dengan anak Anda yang sedang menunggu Anda di rumah di hari ultahnya atau timbunan rasa penat yang mendadak muncul, toh proposal itu harus selesai tepat pada waktunya.
Apa yang kita hadapi di kantor, di rumah, di jalan, terkadang membuat Anda mendadak stres. Tanpilan yang sangat seksi dan menggoda sekretaris atasan yang sejak pagi menjadi hiburan hari ini, mendadak menjadi menyebalkan. Semuanya menyebalkan: Mulai dari komputer, pulpen, kopi, dinding, sepatu, AC, dan sebagainya.
Sebelum stres itu membunuh Anda, Caninews memberikan 4 jurus pamungkas yang mungkin bisa mengurangi rasa penat yang tiba-tiba muncul (tentu saja Anda tak berpikir konyol bahwa kami bisa mengurangi pekerjaan Anda kan?). Bahkan, membuka sejenak halaman Caninews, dan melupakan sejenak himpitan yang datang tiba-tiba, bisa menjadi obat yang manjur. Tapi
baiklah, inilah empat cara pembunuh stres Anda:
1. BUAT LEHER ANDA RELAKS.
Angkat tangan kiri Anda dan lingkarkan di atas kepala sampai menyentuh kuping kanan. Tarik kepala Anda ke arah kiri menjauhi bahu kanan, lalu tahan. Lakukan untuk sisi lainnya.
2. TEKAN TANGAN ANDA
Satukan telapak tangan Anda , dan tekan jari Anda secara bersamaan sambil menarik nafas.
Kemudian buang nafas ketika mengendurkan tekanan pada jemari Anda. Lakukan ini sebanyak lima atau enam kali.
3. ATUR MAKAN
Jika Anda sedang dalam keadaan stres berat, sebaiknya makanlah makanan yang rendah lemak dan kaya protein seperti ikan. Sebab, percayalah, stres bisa membuat nafsu makan Anda bertambah.
4. BERDIRI SAAT MENERIMA TELEPON
Anda akan meregangkan otot Anda dan bernafas lebih dalam, sehingga mengalirkan darah yang kaya akan oksigen lebih banyak ke otak Anda.
Ketika Anda berpikir bahwa gerakan ini begitu sederhana, cobalah di saat Anda merasa stres. Anda akan terkejut sendiri melihat efektivitas gerakan ini. Kami telah buktikan sendiri -sehingga mendadak, sekretaris yang menyebalkan itu menjadi cantik kembali dan terlihat indah dimata. Hip... hip... hurrraaaa!!!!
Stress di tempat kerja: Kenali dan Kelola
Stress bisa dipicu masalah kecil, seperti bunyi telpon yang terus berdering, peralatan kantor yang sebentar-sebentar rusak, dan sebagainya. Atau lantaran masalah besar, seperti terlalu banyak atau terlalu sedikit pekerjaan, tidak menyukai pekerjaan, kekhawatiran bakal dipecat, atau tidak bisa akur dengan atasan. Umumnya, masalah-masalah besar mudah menyulut stress, sehingga orang menjadi merasa tidak bahagia dan kehilangan produktifitas. Namun stress dalam tingkatan yang tidak terlalu berat justru dapat merangsang orang untuk menjadi kreatif dan banyak akal. Tapi bila beban stress sudah terlalu berat, bukan hanya berdampak pada psikis namun juga pada fisik yang cukup parah.
Oleh karena itu, kenalilah sumber utama yang dapat memicu stress.
• Kewenangan
Banyak studi menunjukkan bahwa pekerja yang merasa mempunyai tanggungjawab yang besar, namun hanya mempunyai sedikit kewenangan dalam pengambilan keputusan, beresiko mengalami masalah pembuluh jantung, dan berbaggai penyakit yang terkait dengan stress.
• Kompetensi
Apakah Anda peduli pada kemampuan Anda untuk selalu tampil prima? Apakah Anda merasa cukup tertantang? Anda merasa tidak aman dengan pekerjaan Anda? Perasaan tidak aman pada perkerjaan adalah pemicu utama stress pada banyak pekerja.
• Kejelasan
Perasaan ketidakpastian pada tugas-tugas, berbagai perubahan, atau ketidakjelasan tujuan perusahaan dapat memicu munculnya stress.
• Komunikasi
Tekanan di tempat kerja sering diakibatkan oleh buruknya komunikasi, yang dapat berujung stress. Ketidakmampuan mengekpresikan kepedulian, frustasi, atau emosi dapat memicu stress.
• Dukungan
Ketiadaan dukungan rekan kerja, akan mempersulit upaya mengatasi masalah-masalah dalam pekerjaan sehingga menyebabkan stress.
• Signifikansi
Bila Anda mengganggap bahwa pekerjaan yang Anda lakukan tidak berharga dan tidak merasa bangga karenanya, Anda akan merasakan tekanan stress.
• Tanggungjawab bertambah
Tambahan tanggungjawab kerja akan menambah tekanan stress.
Nah agar tidak menjadi korban deraan stress, maka Anda perlu mengelola stress di tempat kerja. Anda perlu berbuat sesuatu untuk memperingan tekanan yang bisa memicu stress
1. Temui atasan Anda
Sedikitnya setahun sekali (lebih sering lebih baik), Anda perlu membicarakan kinerja Anda dengan atasan. Sambil mencaritahu kelemahan yang perlu dibenahi dan kekuatan yang perlu dikembangkan, Anda dapat mencari "bocoran" tentang arah kebijakan perusahaan. Selain itu, Anda pun dapat mengkonfirmasikan isu-isu yang mungkin menyebabkan ketidaknayamanan dalam bekerja. Dengan demikian Anda dapat mempersiapakan diri Anda, untuk menghadapi hari-hari mendatang, tanpa terkaget-kaget.
2. Atur waktu sebaik-baiknya
Tinggalkan pekerjaan Anda di kantor, jangan dibawa ke rumah. Bila Anda sering mengorbankan waktu bebas untuk menyelesaikan pekerjaan, tanda-tanda stress adalah ganjaran yang bakal Anda dapatkan. Bila majikan Anda menawarkan jadwal kerja yang fleksibel, manfaatkan kesempatan tersebut dengan menyesuaikan gaya kerja Anda. Misal, datang lebih pagi agar bisa menikmati waktu istirahat siang yang lebih panjang, atau pulang lebih cepat. Manfaatkan wakktu luang tersebut untuk berolahraga atau bersantai.
3. Matikan alat komunikasi
Ponsel dan internet memungkinkan setiap orang untuk dihubungi setiap saat. Namun jangan biarkan teknologi menghapus batas antara waktu Anda dan jam kerja Anda. Tinggalkan ponsel Anda, atau putuskan untuk tidak menerima telepon ketika Anda sedang beristirahat, atau bersantai bersama keluarga. Hindari memeriksa e-mail kerja ketika sedang di rumah.
4. Tahu kapan harus keluar
Bila Anda merasa sangat menderita lantaran didera stress pekerjaan, dan saran di atas tidak berhasil, mungkin sudah saatnya Anda berpikir untuk berganti pekerjaan. Namun Anda harus yakin bahwa masalahnya ada pada perkerjaan atau pada Anda. Sebaiknya, Anda meluangkan waktu untuk mencari pekerjaan sebelum benar-benar mengundurkan diri. Menjadi pengangguran juga dapat menyebabkan stress. Idealnya, Anda telah mendapat pekerjaan baru sebelum mengundurkan diri, meskipun terkadang
sulit terlaksana. Oleh karena itu putuskan, mana yang lebih baik; menjadi pengangguran atau menderita karena pekerjaan.
Semoga bermanfaat and jangan stress2 ya ……
Have a positive day!
Salam Inspirasi
[SDMList]
Isilah Usia dengan Sesuatu Yang Berharga Untuk Mencapai Derajat Kemuliaan
Saat saya berjumpa dengan seseorang pria tua renta dengan usianya sekitar lebih dari 90 tahun dan saya bertanya,
“apa rahasia Bapak memiliki usia yang panjang “ dengan singat dan sederhana Beliau menjawab, ”Bila hari hujan, aku relakan
hujan datang dan apapun yang datang padaku aku ikhlas menerimanya dan aku Berusaha untuk selalu menjadi persaudaraan"
Sebenarnya memang kita dapat mengukur usia kita dari kalender yang tiap tahun berganti. Usia panjang yang kita miliki dapat saja
karena doa yang selalu kita panjatkan kepada Sang Pencipta dan doa yang kita sematkan untuk kebaikan pada orang lain. Namun
demikian ada hal yang mestinya tidak kita abaikan yaitu apabila kita mampu menerima setiap bergantinya detik dengan pergantian
usia secara ikhlas dan bersahaja. Karena sebenarnya memang bukan panjang atau tidaknya usia kita diukur, namun seberapa jauh
atau pendeknya usia dapat kita isi dengan sesuatu yang berarti..
Saat teringat sebuah cerita tentang penderitaan seorang bocah yang divonis akan meninggal dunia dalam beberapa hari ke depan
akibat sakit yang telah lama dideritanya, sang bocah dengan lugu dan singat ia menjawab "Aku ingin melihat matahari, Bunda."
Terasa air mata menetes membasahi wajah sang bunda.
Cobalah renungkan sejenak, tanpa kita sadari kita telah melewati begitu banyak peristiwa dalam kehidupan ini. Suka, duka, kesedihan,
penderiaan, kegembiraan, kekecewaan, kegagalan, keberhasilan dan seterusnya datang silih berganti mewarnai hidup kita. Tanpa
terasa detik demi detik menit ke menit jam demi jam hingga tahun berganti tahun kini kita telah melewati begitu banyak waktu.
Kita seakan sering lupa apakah waktu kita gunakan dengan begitu berhargai atau bahkan sebaliknya kita sia-siakan tanpa menghasilkan
sesuatu yang berarti. Kita seakan lupa bahwa cepat atau lambat Sang Pencipta akan memanggil kita tuk mempertanggung jawabkan
segala yang telah kita perbuat di kehidupan ini.
Dengan bertambahnya usia sesungguhnya semakin berkurang jatah hidup kita di kehidupan dunia ini. Dari seolah kita menatap pada
ujung usia dan merasakan langkah demi langkah kita tiap detik menuju ke haribaan Sang Khalik kita rasakan dalam getaran hati dan
jiwa ini sungguh semakin dekat seakan ajal menyongsong yang tak akan kita pernah ketahui. Lalu pertanyaannya adalah apa yg
telah kita perbuat selama ini apakah sudah menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Sudah siapkah kita jika sewaktu-waktu Tuhan
mengambil kita.
Jadilah orang yg cerdik, orang yang berupaya dan berjuang dengan segenap hati, tenaga, dan pikiran untuk melakukan segala
kebaikan, mempelajari ilmu yang berguna dan mengajarkan banyak orang, dan selalu berdoa untuk senantiasa memanjatkan berjuta
rasa syukur. Kita tidak ada pilihan selain mengisi usia kita dgn berbagai macam kebaikan dan kemuliaan jika derajat mulia disisiNYA
lah yang kita inginkan. Dengan begitu, kita memiliki jalan yang mana yang seharunya kita lewati dan menjadi tidak sia-sia karena kita
tahu dengan benar mana yang seharunya rute yang kita tempuh untuk mencapai kemulian sebagai manusia.
Hidup hari ini semestinya menjadi lebih baik dari hidup kemarin, jika memang kita bukanlah termasuk orang yg merugi . Pahamilah,
usia adalah bekal dan menyia-nyiakannya berarti sia2lah hidup kita. Dan tak akan mungkin kita mendapatkan hasil mulia dari sesuatu
yang melalaikan.
Mulailan untuk berbenah diri, evaluasi apa saja yang telah kita lakukan dan hasilkan. Tak perlu sesali apa yang telah terjadi. Raihlah
kebahagiaan dan kemulian selagi waktu bersanding dengan diri. Berusahalah untuk fokus terhadap segala kebaikan, berbagilah ilmu,
kebahagiaan, atau apapun yang membawa keberkahan dan kemulian diri. Isilah detik demi detik dengan berguna. Dan yang
terpenting, tanamkan dalam pikiran untuk tujuan akhir mencapai derajat tertinggi sebagai seorang insan Sang Pencipta. Dengan begitu
kita punya kompas kemana arah kita berjalan dan tersenyum saat kita menjumpaiNYA kelak...
Have a positive day!
Salam Inspirasi
Jumat, 18 Februari 2011
Andai KITA yang jadi ATASAN dan Orang Lain jadi Staff
Bila Atasan tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten
Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !
Bila Atasan berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel.
Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !
Bila Atasan bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform !
Bila Atasan bekerja cepat, itu berarti beliau smart.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !
Bila Atasan lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati .
Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi !
Bila Atasan mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !
Bila Atasan terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking.
Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono !
Bila Atasan tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent.
Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !
Bila Atasan mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif.
Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !
Bila Atasan curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !
Bila Atasan menyatakan sulit, itu berarti beliau prediktif-antisipatif.
Bila staff menyatakan sulit, itu berarti dia pesimistik !
Bila Atasan menyatakan mudah, itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan mudah, itu berarti dia meremehkan masalah !
Bila Atasan sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer.
Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !
Bila Atasan sering entertainment, itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !
Bila Atasan sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !
Bila Atasan minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut !
............dan masih banyak lagi.
Bila Atasan membuat tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
Bila staf membuat tulisan seperti ini, itu berarti dia :
frustasi
iri terhadap karir orang lain
negative thinking
barisan sakit hati
provokasi
tidak tahan banting
berpolitik di kantor
tidak produktif
tidak sesuai dengan budaya perusahaan
...........dan masih banyak lagi
........ Ha ha ha ha ..........
Have a positive day!
[SDMList]
7 SIMPLE STEPS FOR ACHIEVING YOUR DREAMS
I want to share with you seven simple steps to achieve any dream that you desire. These are the same seven steps I used to achieve the biggest dream of my life, qualifying for and running in the Boston Marathon.
While reading please keep in mind I have used these same steps time and time again to attain goals, ranging from record sales, becoming an accomplished speaker via Toastmasters or transforming myself from a steak lover to a strict vegetarian.
1. SET GOALS (Tetapkan Cita-cita Anda, & Mimpi-mimpi Anda)
One of the key steps in achieving your dream is to set goals on a consistent basis. You need to create goals both for the long term and the short term, and put them in writing! Studies have shown that when you write down a goal the chances of achieving it are a thousand times greater. Here are some goal setting strategies that have helped me along my journey to achieving my dreams:
1. Goals must be specific, measurable, attainable and realistic.
2. Goals must have a time limit.
3. Goals must be positive, personal, and in the present tense.
4. Rewrite, review and visualize the achievement of your goals on a daily basis. "It is a psychological law that whatever we wish to accomplish we must impress on the subjective or subconscious mind." - Orison Swett Marden
2. VISUALIZE (lakukan visualisasi mimpi Anda)
Make a habit of visualizing your dream on a daily basis. Training for my twelfth marathon, I visualized obtaining a sub 3:10 qualify time required to run in the Boston Marathon. I saw each mile marker along the 26.2 mile course with the time I needed. I pictured myself, at the end of that race, celebrating with my wife and calling my coach to tell him the good news that I qualified for Boston ! These visualization techniques worked extremely well for me and I guarantee they will work for you! "Without a vision people perish (Binasa)."
3. BE PERSISTENT (Gigih lah dengan apa yg Anda perjuangkan)
Now that you have your goals written down and you are doing your daily visualization exercises you need to have persistence! It took me twelve years and twelve marathons to achieve my dream. There were many times I wanted to give up, yet I never wavered in my goals or my ultimate dream. Never, never, never give up!
4. HAVE FAITH (Mempunyai keyakinan.... Yakinlah)
I have a favorite quote that says "The size of your success is determined by the size of your belief". I've learned, along several of my own journeys, the importance of having an uncompromising faith in myself which has been a critical component in accomplishing my goals. "Whatever your mind can conceive and believe, it can achieve." -Napoleon Hill
5. EXHIBIT DISCIPLINE (Tunjukkanlah kedisiplinan Anda)
Discipline is a key component required to achieve your goals and dreams. When working toward your dream think of discipline as having the ability to flick the little doubting man off your shoulder who says "can you really do this?" You need to have the "I can do it!" attitude. Holding the vision or experience that inspired you in the forefront of your mind will help you stay disciplined. Remember - self doubt destroys! "With every disciplined effort there is a multiple reward." -Jim Rohn
6. FIND a MENTOR or COACH (Dapatkan Mentor Atau Coach Untuk Membantu Anda)
The ability to seek out and learn from others, specifically those who have already accomplished similar goals and dreams, is an invaluable resource for your success. In my case, I hired
a former Olympic marathon runner, turned coach to support and inspire me. With his help I achieved a dream that had escaped me during the twelve long years I tried to do it alone!
7. HAVE GRATITUDE (Berterimakasih lah, Bersyukurlah)
One of the most important qualities one can have on one's journey to obtaining a dream is "an attitude of gratitude". Every morning I make a habit of spending a minimum of five minutes reflecting on the many things I am truly grateful for in my life. When you are grateful for life's gifts, you are truly rich.
Have a positive day!
[SDMList]
Keputusan Diambil Yang Terbaik Pada Saat itu, Evaluasi dan Bukan Menyesalinya!
Saya bertanya kepada Anda, pernahkah Anda menyesali keputusan dan langkah yang telah Anda ambil ?
Kita tidak dapat memungkiri, diantara kita tentulah pernah menyesali sebuah keputusan yang hasilnya mungkin tak
seperti yang kita inginkan meskipun kita telah kita pikirkan dalam-dalam, pikirkan masak-masak. Tak perlulah kita
merasa gundah dahulu dan tidak perlu kita perlu menyesali semua keputusan yang keputusan yang kita kita ambil
dan jalani.
Cobalah untuk renungkan sejenak, waktu waktu terus berjalan dan tidak akan memberikan kita jalan tuk kembali ke
depan dengan kecepatannya tanpa penerimaan kita menyukainya atau tidak. Kitapun telah terseret bersama
dengannya. Bahkan seringkali kita luput bahwa derasnya waktu tentu menuntut kepalan keberanian menghadapinya.
Sebaliknya, terkadang kita terjebak untuk berusaha keras menghapus setiap jejak langkah yang ditorehkan dalam
perjalanan kehidupan ketimbang mencari cara tuk langkah perbaikan diri dan menata diri wujudkan tujuan yang ingin
kita capai. Memang waktu terus melangkah laju ke depan tanpa menghiraukan kita yang tertinggal atau ingin
kembali untuk menghapuskan jejak langkah yang kita torehkan meski sesekali kepala menengok ke belakang. Yang
pasti tiada jalan kita tuk kembali yang ada hanyalah masa ke depan yang harus kita hadapi dengan bekal keberanian.
Kita tidak akan dapat mundur ke belakang, kita hanya dapat mengevaluasi kembali segala tindakan dan keputusan
yang telah kita ambil dan jalankan. Tak salah ketika penyesalan tidak akan pernah mengubah masa lalu dan tiada
berguna menyesalinya berkepanjangan yang membuat energi dan pikiran kita habis terbuang. Introspeksi dan perbaiki
keputusan-keputusan dan belajarlah dari banyak kesalahan yang terjadi. Janganlah pernah menyalahkan segala
penghambat jalan kita meski sebuah kerikil kecil di celah-celah jari kaki kita, singkirkan dengan begitu langkah kaki
melangkah lebih mulus.
Tidak mengapa untuk sesekali tengok ke belakang bila hanya sekedar membuat langkah berbeda sebagai perbaikan.
Anggaplah ia sebagai kerikil-kerikil seperti pandangan sinis orang disekitar yang mencobah goyahkan keyakinan kita,
yang mesti disingkirkan dari jalan tujuan yang hendak kita lewati. Itulah mengapa orang bijak pernah berkata
penyesalan berkepanjangan tiada guna dan tak mengubah apapun. Satu hal penting saat kita memutuskan sesuatu
adalah kita telah belajar untuk menghargai keputusan kita dan apapun meski mungkin tak mengenakkan hasilnya
karena memang segala keputusan apapun yang kita ambil adalah YANG TERBAIK PADA SAAT ITU.
Pahamilah nilai sebuah tanggung jawab diri kita petik di saat kita menghormati sebuah keputusan. Jadi, tak alasan
kita untuk menyesal dengan keputusan yang telah kita ambil, bukan! Keberanian menghadapi hidup adalah kunci
keberhasilan mengarungi buasnya samudera kehidupan untuk menggapai pulau kemenangan. Bila tidak, tak salah
kehidupanlah yang mengendalikan kita, bukan! (catatan : Mohamad “Bear” Yunus)
Ketika kita mengubah diri, maka semua yang kita dapatkan di luar diri kita akan berubah (Jim Rohn)
Jika kita tidak mau merumuskan tujuan hidup bagi diri kita, maka kita akan bekerja untuk merealisasikan tujuan hidup
orang lain (Brian Tracy)
Ketika kita menentukan keputusan hidup, maka saat itulah nasib kita sudah dicetak (Anthony Robbins)
Have a positive day!
Salam Inspirasi
[SDMList]
Bagaimana Cara Hilangkan Stres Dengan Menggunakan Kendali Gelombang Otak
Pernahkah Anda mengalami masalah yang datang beruntun dalam satu hari ? Tentu saja pernah, bukan! Sebagai contoh, ketika Anda harus memberikan presentasi penting bagi kemajuan karier, tiba-tiba datang telepon dari rumah yang mengabarkan bahwa anak Anda yang masih kecil dilarikan ke rumah sakit karena mendadak badannya panas yang sangat tinggi. Atau Anda mendapatkan fitnah dari atasan atau rekan kerja yang tidak menyukai Anda, di waktu yang sama Anda memikirkan orang tua Anda yang sedang sakit di rumah sakit.
Atau dapat keseharian di saat Anda sedang berkonsentrasi penuh karena sedang menghadapi deadline pekerjaan. Tiba-tiba datang sahabat atau kerabat yang butuh pertolongan segera, atau ada berita menyedihkan yang datang dari orang yang paling kita sayangi. Tapi mungkin juga, kita memang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang "berbakat" mengubah suasana kerja atau suasana rumah menjadi tidak menyenangkan. Dan masih banyak bencana atau masalah datang bertubi-tubi di hari yang sama, oh my GOD!
Ketika muncul banyak masalah datang, baik di kantor maupun di rumah, kita cenderung bereaksi dengan panik dan memunculkan emosi negatif. Padahal kepanikan justru membuat kita semakin sulit berkonsentrasi. Jika konsentrasi buyar, kita menjadi semakin cemas.
Apa yang bisa dilakukan dalam kondisi demikian? Sebenarnya hal-hal semacam itu akan lebih mudah diatasi kalau kita memahami cara bekerjanya otak. Kita perlu memiliki ketrampilan mengendalikan gelombang otak yang bisa memudahkan kita menenangkan diri di saat panik.
Dengan memahami posisi gelombang otak, kita bisa mengatur mood sehingga selalu merasa bahagia, juga sukses dengan setiap hal yang kita lakukan. Untuk mencapai kebahagiaan lewat kendali gelombang otak, kita bisa belajar dari anak-anak. Pernahkah Anda memperhatikan anak-anak ketika sedang bermain dengan teman-temannya? Lihatlah betapa mudahnya mereka tertawa bahagia. Meskipun mungkin baru saja saling mencakar dan sama-sama menangis, tapi beberapa menit kemudian mereka seolah sudah melupakan tangisan dan sudah kembali bermain bersama dengan kompaknya.
Hal itu karena anak-anak masih mudah menyetel gelombang otaknya memasuki frekuensi alpha-theta. Frekuensi alpha-theta ini normalnya kita alami ketika sedang rileks, melamun dan berimajinasi. Berbeda dengan kondisi beta yang dominan ketika kita dalam kondisi sadar sepenuhnya dan lebih banyak menggunakan akal pikiran. Memasuki frekuensi alpha-theta itu sebenarnya merupakan ketrampilan manusia yang alami. Namun, ketika mulai sekolah, kita dikondisikan menyetel gelombang otak yang dominan beta. Jadi, begitu menjadi orang dewasa , keterampilan memasuki kondisi alpha-theta itu hilang.
Apalagi tuntutan kehidupan modern membuat pikiran orang terfokus untuk bekerja keras demi tuntutan materi dan kehidupan yang konsumtif meskipun terpaksa mengurangi waktu tidur dan istirahat. Padahal saat tidur manusia seharusnya merasakan keempat frekuensi. Dari frekuensi beta di mana kita dalam kesadaran penuh, gelombang otak turun ke alpha ketika kedua mata tertutup, lalu masuk ke theta, dan akhirnya ke delta saat kita tertidur pulas tanpa mimpi. Karena waktu tidur kurang, maka kita cenderung kurang mengalami kondisi alpha-theta, akibatnya kita makin mudah stres. Alfa-Theta, membuat tenang, bahagia dan kreatif. Kemampuan untuk secara temporer mengubah kesadaran diri satu frekuensi ke frekuensi yang lain adalah keterampilan yang sangat penting, karena efeknya akan membantu menyeimbangkan otak, hati, dan jiwa. Keterampilan itu membuat seseorang menjadi pandai membaca situasi dan pandai menempatkan diri dalam suasana apapun sehingga seolah-olah sellau berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Tentunya hal itu sangat penting untuk mendaki tangga kesuksesan dan mencapai kebahagiaan.
Ketika masalah berdatangan dan mulai merasa stres, itulah saat yang tepat untuk mulai rileks,menurunkan vibrasi otak dan memasuki frekuensi alpha-theta. Begitu juga ketika pekerjaan kita membutuhkan pikiran-pikiran kreatif. Memasuki kedua frekuensi itu akan membantu memunculkan inspirasi yang kita butuhkan. Menarik lagi, kedua frekuensi tersebut juga merupakan pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar yang dibutuhkan untuk melakukan self hypnosis, mendapatkan intuisi dan melakukan penyembuhan. Masalahnya bagaimana caranya memasuki frekuensi alpha-theta dengan cepat?
Sebenarnya usaha untuk memasuki level alpha-theta secara sadar telah dilakukan orang sejak lama, yaitu dengan kebiasaan berdzikir/bertafakur/bertadabur yang membuat doa makin khusyuk, latihan-latihan meditasi, yoga, atau taichi.
Latihan-latihan itu bisa sangat membantu meningkatkan kemampuan kita untuk mengubah kesadaran otak. Para penyembuh yang menggunakan energi dan tenaga dalam, karena tuntutan pekerjaannya umumnya telah menuai ketrampilan ini secara otomatis.
Caranya yaitu dengan melakukan entertainment. Yaitu istilah yang digunakan untuk melatih belahan otak kiri dan otak kanan agar mau bekerja sama dengan baik. Otak dengan tingkat kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang melihat kehidupan dengan lebih objektif, tanpa ketakitan dan kecemasan. Selain lebih mudah memasuki kondisi khusuk atau rileks yang dalam, juga memiliki kemampuan memfokuskan konsentrasi yang lebih baik. Selain itu karena kondisinya lebih sinkron dan seirama, otak akan mengeluarkan senyawa kimia penyebab rasa nyaman dan nikmat dalam jumlah besar sehingga terjadi relaksasi secara alami. Nampaknya mereka yang tidak terbiasa dengan latihan-latihan meditasi, yoga, tai chi, dan lainnya cara ini bisa membantu.
Semoga bermanfaat ...
Have a positive day!
[SDMList]
Rabu, 16 Februari 2011
Jika Sudah PAHAMI, LAKUKAN !
Saat iseng-iseng membaca buku The Success Principles karya Jack Carfield, saya tertarik dengan sebuat kalimat sederharna
do your own push up.
Apa yang dimaksud Jack dengan kalimat tersebut, hmm setelah saya baca dan pahami akhirnya saya dapatkan pemamahan
yang cukup jelas. Dari kalimat tersebut saya pahami bahwa siapapun jua tidak akan merasakan keuntungan apapun dari apa
yang tidak kita upayakan meski kita membayar dengan sejumlah uang tertentu sekalipun. Jika kita sendiri tidak mau memanfaatkan
segala pengetahuan dan kemampun yang kita miliki. Pertanyaannya adalah apakah kita sudah mengetahuinya (skills and knowledge)
dan sudah melakukannya (desire and action) ?
Seperti halnya saya ingin menjadi seorang body builder, tentulah saya tidak membayar ataupun meminta seorang Personal
Trainer ataupun orang lain untuk melakukan latihan alat-alat berat untuk memperoleh hasil tanpa saya sendiri dengan rajin berlatih
dan tekun melakukannya, bukan! Ataupun terhadap keingininan-keinginan kita lainnya tanpa niat dan segenap usaha yang kita
upayakan. Bagaimana mungkin seorang karyawan bagian penjualan akan mendapatkan keberhasilan yang didambakannya tanpa
menyelami dan terjun di dunia penjualan itu sendiri.
Pelajarilah, pahamilah, lakukankanlah dengan begitu kita memperoleh banyak pelajaran berharga untuk memperoleh tangga
keberhasilan. Karena dengan paham dan lakukan, kita akan merasakan nilai sebuah perjuangan, manisnya berdamai dengan kegagalan,
belajar dengan lebih kreatif mendapatkan cara yang efektif, dan banyak pelajaran yang akan kita dapatkan. Tentu saja kita pahami bentuk
bahwa ada resiko yang akan kita peroleh yaitu ketidakberhasilan. Tapi tak mengapa, karena memang di setiap ketiakberhasilan menjadikan
kita lebih kreatif untuk mendapatkan ide yang jita untuk menggapan puncak tangga keberhasilan. Karena memang disitulah letak perbedaaan
antara orang yang hanya sekedar tahu dan orang yang berani melangkah untuk melakukan. Jelas sekali, orang yang hanya memiliki
pengetahuan/dan kemampuan semata tanpa usaha tidak akan mengetahui dan mengalami perubahan-perubahan yang terjadi, berbeda
halnya dengan orang yang melakukannya.
Dengan kita terus melakukannya, akan memudahkan jalan kita untuk mengetahui apa saja yang dapat membantu jalan menuju
keberhasilan. Memperluas hubungan, kreativitas, bekerja dengan lebih cerdik, dan sebagainya hanya dapat diperoleh kita sendirilah yang
melakukannya. Kita bisa dapat membedakan orang lain mana yang benar-benar memiliki jiwa terhadap pekerjaan yang ditekuni mana
yang hanya sekedar tahu di mulut tanpa jerih payah dan peluh dari raga, itulah dedikasi dari sebuah usaha. Ibarat si punduk merindukan
bulan, hidup hanya dipenuhi oleh impian2 di kepala.
Jadi, mengapa kita tidak mulai untuk lakukan setelah kita pelajari dan pahami ? apakah kita akan tersenyum lirih ketika melihat
keberhasilan orang-orang disekitar. Itulah pilihan, bukan!
Have a positive day!
Salam Inspirasi
[SDMList]
Pemimpin Yang Memiliki PRINSIP
Dalam situasi bisnis saat ini tampaknya mudah sekali orang membenarkan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, "bisnis adalah bisnis", sedangkan "etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan". Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yang tampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan. Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan. Mengapa demikian?
Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly Effective People", dalam bukunya yang lain "Principle Centered Leadership", hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya
kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan, kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda.
Stephen Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar.
Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu. Ada delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
1. Pemimpin yang terus belajar
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2. Pemimpin yang berorientasi pada pelayanan
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
3. Pemimpin yang memancarkan energi positif
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif.
4. Pemimpin yang mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif.
5. Pemimpin yang hidup seimbang
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri
sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.
6. Pemimpin yang melihat hidup sebagai sebuah petualangan
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
7. Pempimpin yang sinergistik
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit.
8. Pemimpin yang berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
(di summary dari Buku Principle Centered Leadership karangan Stephen R. Covey)
Semoga bermanfaat!
Have a positive day!
Fase Perjalanan Karir Profesional
Tapi tahukah Anda bahwa dalam perjalanan setiap profesional akan melewati ketiga fase? Bila
Anda mampu menjalankannya dengan baik, maka keberhasilan akan Anda raih. Namun jika
tidak, kegagalan lah yang akan Anda rasakan. Pakar karir, Andrew Mayo mengungkapkan ada
tiga fase dalam perjalanan karir seseorang. Ketiga fase tersebut adalah:
• Discovery phase
Pada fase ini, seseorang akan beradaptasi dengan dunia kerja, berupaya untuk mengenali
kemampuan dirinya, belajar tentang dunia kerja dari berbagai pihak, dan mulai memperoleh
pengalaman. Fase ini biasanya berlangsung sekitar sepuluh tahun pertama dalam dunia kerja.
Pada fase pencarian inilah seseorang mulai untuk menentukan arah karirnya di masa depan.
• Consolidation phase
Fase ini biasanya berlangsung pada usia 30 sampai dengan 50 tahun pada perjalanan karir
seseorang. Tetapi ada pula yang memulai fase ini lebih awal, dan ada pula yang terlambat.
Demikian pula dengan akhir fase ini, ada yang mengakhirinya lebih awal, dan ada pula yang
terlambat. Pada fase ini seseorang mulai menyadari (tetapi juga mungkin gagal untuk menyadari)
ambisi dan mengukur kemampuan dirinya. Mereka yang berhasil akan terus melaju, dan
sebaliknya mereka yang gagal bersiap untuk mengalami kemandegan bahkan penurunan karir.
Pada fase ini pulalah kemapanan karir seseorang dimulai.
• Maturity phase
Jika seseorang berhasil melewati fase pertama dan kedua dengan baik, maka pada fase ini dia
memiliki akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang sangat substansial, dan sangat
bermanfaat untuk tempat kerjanya. Sebaliknya, mereka yang gagal melewati fase pertama dan
kedua akan kehilangan fleksibelitas, gagal memahami nilai-nilai yang dinamis, tidak mampu
mengikuti perubahan lingkungan, dan akan tertinggal.
Nah sudahkah rekan-rekan melewati ketiga fase tersebut? Namun pada fase keberapapun kita
kini berada, jangan pernah berhenti untuk menuju fase atau proses selanjutnya. Karena pada
dasarnya tidak pernah ada kata selesai untuk menggapai kesuksesan. So, semoga karir kita
menjulang...!
Semoga bermanfaat!
Have a positive day!
[SDMList]
Apakah Anda Sudah Memiliki RASA BERSYUKUR ?
"Dari semua sikap yang dapat kita peroleh, sudah tentu sikap bersyukur adalah yang terpenting dan sikap yang paling mengubah kehidupan"
Seberapa penting rasa bersyukur bagi Anda ? Mengapa kita harus mempunyai rasa bersyukur? Apakah rasa bersyukur dapat membuat kita menjadi lebih baik ? dan banyak pertanyaan lainnya di dalam kepala.
Tentu saja benyak pertanyaan akan dapat terjawab kita kita bersedia meluangkan waktu untuk merenung sejenak memahami sebuat kata ”Syukur”. Sebenarnya rasa bersyukur dapat membantu kita menyingkirkan berbagai onak duri negatif di dalam kehidupan kita, meskipun ada sebagian orang mengangap kita tidak masuk akal atas sikap bersyukur yang kita tunjukkan.
Yang pasti, dengan kita memiliki rasa bersyukur kita dapat lebih menerima sebuah realita. Sadarilah dalam diri rasa bersyukur tentunya akan membantu dan mendorong kita untuk berjalan lebih dan memacu semangat lebih menggebu untuk mencapai tujuan yang ingin kita capai. Tak salah bila rasa bersyukur dapat meringankan ayunan kedua belah kaki dalam menapaki setiap derap langkah kehidupan Cobalah kita bandingkan disaat rasa syukur semakin sering kita rasakan, akan semakin banyak kita menerima bukan! sebaliknya, beban yang kita pikul semakin berat bila kita mengingkari dari rasa bersyukur. Tak heran bila kita lihat banyak orang yang masih terpaku dengan kegagalan yang dialaminya. Tiada keberhasilan yang mudah diperoleh dengan berkeluh kesah saja, bukan!
Lalu mengapa kita tidak menggenggam erat-erat rasa bersyukur, padahal rasa bersyukur mampu membukakan setiap pintu pikiran bersemayam pikiran-pikiran positif. Coba pikirkanlah, Di saat kita mengeluh, rasa syukur dalam diri akan berlalu dan tergantikan oleh "negative perspective thinkking". Sehingga rasa ini akan menggerogoti kenikmatan atas apa yang berada
didalam genggaman dan sebaliknya justru akan mengabaikan begitu banyak kesenangan yang telah kita peroleh. “Seandainya seluruh Pohon didunia ini digunakan sebagai pena, dan seluruh Lautan digunakan sebagai tintanya maka tidak akan pernah habis ditulis oleh anak Adam kenikmatan dari Yang Maha Kuasa yang telah kita didapatkan”
Seperti Dr. Jack Graham mengatakan bahwa setiap orang dalam kehidupannya akan menanamkan suatu sikap berterima kasih dan bersyukur atau suatu sikap kepahitan dan keangkuhan.
Dia menambahkan dengan menjelaskan bahwa anak kecil yang bersyukur akan lebih cenderung menjadi anak yang bersuka cita. Sebaliknya seorang yang pemarah dan pengeritik secara
mendasar tidak berbahagia.
Ucapan syukur tidak hanya akan membuat kita menjadi lebih sehat dan bahagia, itu akan mengubah cara kita memandang segala sesuatu dalam kehidupan. Orang yang berbahagia memusatkan perhatian mereka terutama pada orang lain; orang-orang yang tidak berbahagia memusatkan perhatian pada diri sendiri dan berkubang pada rasa kasihan pada diri sendiri dan dalam keragu-raguan. Orang-orang yang bersyukur akan lebih optimis dan akan melihat segala sesuatu dimana mereka berada sebagai suatu kesempaan untuk mendatangkan kebaikan.
Lalu, bagaimana cara kita memupuk, memperkuat, dan memelihara rasa bersyukur ?
Mungkin sebagian dari kita telah memiliki rasa bersyukur meski terkarang luput dari ingatan, tetapi tak mengapa toh pada hakekatnya sebagai manusia biasa kita akan berupaya memelihara dan menyuburkannya. Jadikan rasa bersyukur menjadi bagian dari kebiasaan dan sahabat baik dalam hati kita.
1. Ucapkan rasa bersyukur dengan mengucapan terima kasih kepada siapapun yang telah memberikan kebaikan kepada kita entah apapun bentuk kebaikan yang kita terima. Biasakan untuk setiap saat bersyukur kepada Sang Maha Pencipta untuk semua anugerah yang telah kita terima dan nikmati. Karena kita percaya bahwa Tuhan memberikan begita banyak kelimpahan rizki, anugerah, dan kenikmatan di kehidupan ini. Lakukanlah di setiap langkah dan waktu kita entah waktu makan, sebelum dan setelah tidur, dalam perjalanan, di tempat kita bekerja, dst. Cobalah untuk memimalkan rasa mengeluh, merasa selalu tidak beruntung, sering sial dan sebagainya akan semakin menjauhkan kita dari rizki dan keberuntungan karena Sang Pencipta akan memberikan sesuai apa yang diperkakan mahluknya dimana semakin kita sering bersyukur semakan sayanglah Sang Pencipta pada kita dan menurunkan rizkinya. Dan memang kita sering mengeluh, tanpa kita sadari kita telah menyampaikan kepada alam semesta bahwa kita adalah orang yang tidak beruntung. If we believe we can see it.....
2. Tanamkan dalam pikiran bahwa apapun yang terjadi, kita terima, alami, dan hadapi di kehidupan ini terdapat hikmah kebaikan dari Sang Pencipta yang banyak tidak kita ketahui. Percayalah bahwa apa yang kita terima dari kehidupan ini adalah terbaik untuk kita, karena terbaik untuk kita belum tentu itu memang yang terbaik bagi Sang Pencipta karena kita tidak akan pernah mengetahui apapun yang akan terjadi kemudian 1 jam kemudian, besok hari, minggu depan, bulan yang akan datang, atau tahun berikutnya dan seterusnya – itulah rahasia Sang Pencipta yang Maha Kuasa.
3. Sering-seringlah untuk melakukan refreksi diri untuk berkaca kepada orang lain yang mungkin saja secara materi dan non materi tidak seberuntung kita meski ukuran kekayaan hati adalah masalah hati dan hanya sepengetahuan Sang Pencipta. Tengoklah ke bawah, saudara-saudara kita yang harus berjuang untuk mendapatkan segenggam nasi, berjuang keluar dari penderitaan akibat musibah gempa dan sebagainya dan hidup di barak-barak pengungsian ataupun saudara-saudara kita di benua lain yang harus menderita kelaparan sekian tahun lamanya. Dan masih banyak realita yang dapat kita tengok dan renungkan. Lalu pertanyaan sederhana adalah ”Jika di perusahaan tempat anda bekerja, tahun ini hanya 3% kenaikan gaji, atau bahkan tidak naik ada kenaikan gaji ?”Bagaimana sikap Anda ?
4. Bukalah mata hati untuk membantu orang lain dengan sedikit banyak rizki yang kita miliki. Pamahilah bahwa kita tak akan jatuh miskin hanya karena kita rajin untuk berbagi rizki kepada orang lain karena keyakinan yang kita miliki di setiap kebaikan tersebut akan dilipatkan gandakan balasannya. Dengan berbagi membuat hati kita menjadi lebih damai, tenang, dan bahagia karena setidaknya kepuasan batin telah kita peroleh ketika kita melihat rizki yang kita miliki bermanfaat untuk orang lain.
Have a positive day!
[SDMList]
Langganan:
Postingan (Atom)


























