Selamat datang buat para pengunjung blog saya. Mari berbagi informasi mengenai apapun disini, asalkan tidak yang menyangkut SARA. Karena sekecil apapun informasi yang kita terima berguna buat bahan pembelajaran kita.
Senin, 21 Februari 2011
Isilah Usia dengan Sesuatu Yang Berharga Untuk Mencapai Derajat Kemuliaan
Saat saya berjumpa dengan seseorang pria tua renta dengan usianya sekitar lebih dari 90 tahun dan saya bertanya,
“apa rahasia Bapak memiliki usia yang panjang “ dengan singat dan sederhana Beliau menjawab, ”Bila hari hujan, aku relakan
hujan datang dan apapun yang datang padaku aku ikhlas menerimanya dan aku Berusaha untuk selalu menjadi persaudaraan"
Sebenarnya memang kita dapat mengukur usia kita dari kalender yang tiap tahun berganti. Usia panjang yang kita miliki dapat saja
karena doa yang selalu kita panjatkan kepada Sang Pencipta dan doa yang kita sematkan untuk kebaikan pada orang lain. Namun
demikian ada hal yang mestinya tidak kita abaikan yaitu apabila kita mampu menerima setiap bergantinya detik dengan pergantian
usia secara ikhlas dan bersahaja. Karena sebenarnya memang bukan panjang atau tidaknya usia kita diukur, namun seberapa jauh
atau pendeknya usia dapat kita isi dengan sesuatu yang berarti..
Saat teringat sebuah cerita tentang penderitaan seorang bocah yang divonis akan meninggal dunia dalam beberapa hari ke depan
akibat sakit yang telah lama dideritanya, sang bocah dengan lugu dan singat ia menjawab "Aku ingin melihat matahari, Bunda."
Terasa air mata menetes membasahi wajah sang bunda.
Cobalah renungkan sejenak, tanpa kita sadari kita telah melewati begitu banyak peristiwa dalam kehidupan ini. Suka, duka, kesedihan,
penderiaan, kegembiraan, kekecewaan, kegagalan, keberhasilan dan seterusnya datang silih berganti mewarnai hidup kita. Tanpa
terasa detik demi detik menit ke menit jam demi jam hingga tahun berganti tahun kini kita telah melewati begitu banyak waktu.
Kita seakan sering lupa apakah waktu kita gunakan dengan begitu berhargai atau bahkan sebaliknya kita sia-siakan tanpa menghasilkan
sesuatu yang berarti. Kita seakan lupa bahwa cepat atau lambat Sang Pencipta akan memanggil kita tuk mempertanggung jawabkan
segala yang telah kita perbuat di kehidupan ini.
Dengan bertambahnya usia sesungguhnya semakin berkurang jatah hidup kita di kehidupan dunia ini. Dari seolah kita menatap pada
ujung usia dan merasakan langkah demi langkah kita tiap detik menuju ke haribaan Sang Khalik kita rasakan dalam getaran hati dan
jiwa ini sungguh semakin dekat seakan ajal menyongsong yang tak akan kita pernah ketahui. Lalu pertanyaannya adalah apa yg
telah kita perbuat selama ini apakah sudah menjadi bekal kita di kehidupan selanjutnya. Sudah siapkah kita jika sewaktu-waktu Tuhan
mengambil kita.
Jadilah orang yg cerdik, orang yang berupaya dan berjuang dengan segenap hati, tenaga, dan pikiran untuk melakukan segala
kebaikan, mempelajari ilmu yang berguna dan mengajarkan banyak orang, dan selalu berdoa untuk senantiasa memanjatkan berjuta
rasa syukur. Kita tidak ada pilihan selain mengisi usia kita dgn berbagai macam kebaikan dan kemuliaan jika derajat mulia disisiNYA
lah yang kita inginkan. Dengan begitu, kita memiliki jalan yang mana yang seharunya kita lewati dan menjadi tidak sia-sia karena kita
tahu dengan benar mana yang seharunya rute yang kita tempuh untuk mencapai kemulian sebagai manusia.
Hidup hari ini semestinya menjadi lebih baik dari hidup kemarin, jika memang kita bukanlah termasuk orang yg merugi . Pahamilah,
usia adalah bekal dan menyia-nyiakannya berarti sia2lah hidup kita. Dan tak akan mungkin kita mendapatkan hasil mulia dari sesuatu
yang melalaikan.
Mulailan untuk berbenah diri, evaluasi apa saja yang telah kita lakukan dan hasilkan. Tak perlu sesali apa yang telah terjadi. Raihlah
kebahagiaan dan kemulian selagi waktu bersanding dengan diri. Berusahalah untuk fokus terhadap segala kebaikan, berbagilah ilmu,
kebahagiaan, atau apapun yang membawa keberkahan dan kemulian diri. Isilah detik demi detik dengan berguna. Dan yang
terpenting, tanamkan dalam pikiran untuk tujuan akhir mencapai derajat tertinggi sebagai seorang insan Sang Pencipta. Dengan begitu
kita punya kompas kemana arah kita berjalan dan tersenyum saat kita menjumpaiNYA kelak...
Have a positive day!
Salam Inspirasi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar